Suatu sore di Sabty 1 April 2008, ku berangkat dengan anakku yang paling kecil. Sengaja tidak membawa kendaraan sendiri. Kumemilih untuk naik kendaraan umum. Pergi ke blok M, tepatnya ke toko musir MG diblok M. Disana ku membeli sebiah biola untuk anak kesayanganku Anissa Nurfitriani. Semoga ia bisa belajar bermain biola dan memberi manfaat bagi dirinya kelak. Amin
Archive for the ‘Sosial’ Category
Biola untuk Anakku
Posted by ideafirst on April 19, 2008
Posted in Sosial | Leave a Comment »
Sepeda Motor di Kemacetan Lalulintas
Posted by ideafirst on April 7, 2008
Saat ini kalau kita melihat situasi lalu lintas di jalan raya, terutama jalan-jalan di kota besar nampak sangat padat. Kepadatan terjadi bukan hanya pada jam-jam tertentu tapi juga pada hampir sepanjang hari selama tujuh hari dalam seminggu. Bahkan bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta, sering menemui kepadatan dan kemacetan pada malam hari. Seorang kawan saya yang tinggal di daerah Ciputat misalnya, selalu mengeluhkan situasi jalan raya pada malam hari, karena walaupun sudah larut malam tapi kemacetan toch tetap saja terjadi. Pemandangan kemacetan panjang bukan hanya terjadi di jalan-jalan biasa tetapi juga di jalan bebas hambatan (tol). Bisa kita lihat pada jam kerja di jalur bebas hambatan Jln Prof Dr Ir Sediatmo , Jakarta kemacetan sering nampak amat parah. Antrian kendaraan di jalan bebas hambatan ini bisa mencapai beberapa kilometer, sehingga para pengguna jalan harus sabar berjam-jam di dalam kendaraan. Alasan kemacetan ini bisa bermacam-macam, seperti, traffic-light rusak, aksi Pak Ogah, jalan berlubang, kendaraan mogok di tengah jalan, terlalu banyaknya kendaraan di jalan, dan sekian banyak alasan lainnya.
Posted in Sosial | Leave a Comment »
Antara Jalan Berlubang dan Korupsi
Posted by ideafirst on April 6, 2008
Baru baru ini diberitakan oleh berbagai surat kabar di Jakarta bahwa banyak ruas jalan ibu kota mengalami banyak kerusakan. Hujan yang mengguyur sepanjang musim penghujan telah menggerus aspal jalan dan lambat laut membuat lubang-lubang besar. Saking besarnya lubang tersebut maka banyak ruas jalan di Jakarta menjadi kubangan besar yang menganga. Banyaknya jalan berlubang bak kubangan ini telah menelan banyak korban. Pengemudi sepeda motor bersama istrinya diberitakan kecelakaan dan meninggal dunia, ketika mencoba menghindar lubang jalan dan naas ada kendaraan lain dari belakang yang tidak mengira sepeda motor tersebut akan berbelok tiba-tiba sehingga tabrakan yang merenggut jiwa pengendara sepeda motor bersama istinya tersebut tidak dapat dihindari.
Posted in Sosial | Leave a Comment »
Bandara Soekarno-Hatta Sebuah Realita Pahit
Posted by ideafirst on April 6, 2008
Transportasi dengan pesawat terbang merupakan salah satu pilihan yang sangat baik untuk melakukan perjalanan jauh, sehingga banyak orang yang menggunakan penerbangan udara untuk melakukan perjalanan antar propinsi atau antar negara yang jaraknya bisa mencapai ribuan kilometer. Mengingat semakin banyaknya pengguna penerbangan udara maka pembangunan suatu bandar udara (bandara) terus meningkat dari waktu ke waktu. Bandara adalah tempat dimana calon penumpang berangkat dan pergi dengan pesawat udara. Biasanya bandara dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Sebagian fasilitas untuk keamanan penerbangan dan sebagian lainnya adalah untuk kenyamanan. Bandara yang digunakan untuk penerbangan dalam negeri kita sebut sebagai bandara domestik, sedangkan bandara untuk penerbangan luar negeri disebut bandara international. Selain itu ada pula yang disebut bandara perintis, yaitu bandara untuk penerbangan rintisan dalam rangka membuka jalur baru suatu penerbangan.
Posted in Sosial | Leave a Comment »
Nasib Petani
Posted by ideafirst on April 4, 2008
Masih teringat waktu masih bersekolah dasar dulu, guru selalu menjelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris, atau negara pertanian. Digambarkjan bahwa sebagai negara agraris negara kita memiliki kekayaaan bidang pertanian yang luar biasa. Kesuburan tanah yang bagus, aneka ragam tanaman dapat tumbuh, dan memiliki sinar matahari sepanjang tahun sehingga membuat pertanian kita menjadi teramat unggul.
Apabila kisah guru tersebut memang begitu adanya maka sepertinya menjanjikan sebuah kemakmuran dan kebahagiaan bagi petani. Betapa tidak, apa yang digambarkan itu adalah menyangkut petani. Tanah agraris dengan kesuburan dan kekayaan pertaniaan adalah milik para petani, sehingga petanilah yang akan memanen kesejahteraan dan keberuntungan dari kekayaan pertanian tersebut.
Dilihat dari kondisi demografisnya, Indonesia memang negara pertanian. Berdasarkan data statistik tanah pertanian Indonesia meliputi ….juta Ha. atau sama dengan …% dari wilayah darat Indonesia. Dilihat dari persentase jumlah petani mencapai ….% dari jumlah penduduk Indonesia. Kemudian jika dilihat dari kontribusi hasil pertanian terhadap pendapatan negara, maka pada tahun 2007 hasil pertanian mencapai …% dari total pendapatan negara.
Data statistik di atas, tentu untuk beberapa hal sama dengan apa yang digambarkan oleh guru SD di atas. Paling tidak jumlah areal pertanian yang memang besar, jumlah petani yang juga besar. Namun demikian, data statistik tadi tidak bisa menggambarkan bahwa hasil pertanian negara kita berperan besar pada pendapatan negara.
Posted in Sosial | Leave a Comment »
Hidup Petani kok Sengsara?
Posted by ideafirst on April 4, 2008
Kita sudah terbiasa dengan kehidupan pertanian. Namun mengapa para petani banyak yang miskin?
Posted in Sosial | Leave a Comment »